Posts

Lingkaran dalam Nabi Muhammad dan lingkaran luar Nabi Muhammad

Mohon ada yang bisa memberikan landasan ilmiah dari cerita ngawur seorang teman bahwa: 1. di era nabi Muhammad secara garis besar ada dua area yakni area lingkaran dalam Nabi Muhammad Saw dan area lingkaran luar Nabi Muhammad Saw. Atau, orang dalam nabi Muhammad dan orang luar Nabi Muhammad SAW. Ibarat kalau jaman belakangan adalah kraton. Di kraton ada orang dalam dan ada orang luar. Orang dalam atau lingkaran dalam adalah area orang kepercayaan dan pilihan yang menurut Nabi Muhammad dinilai mampu mewarisi nilai-nilai internal dan nilai-nilai eksternal, dan mendapatkan keduanya. 2. Orang luar atau lingkaran luar adalah orang yang menurut penilaian kanjeng Nabi kurang mampu mewarisi nilai-nilai internal. Orang ini lebih banyak mendapat ilmu eksternal.  3. Perkembangan Islam di Indonesia pertama kali adalah oleh orang dalam yang diutus dari sana ke sini. Istilah sekarang para wali. Ilmu yang disebarkan adalah ilmu utuh, holistik, internal sekaligus eksternal, bukan ilmu parsial. 4. Hany...

Dualitas kualitas kulit dan isi yang keduanya harus dilaksanakan

Jalan kulit dan jalan isi keduanya harus ditempuh. Itu adalah jalan ideal, jalan seimbang, tidak berat sebelah, seperti pola dualitas berpasang-pasangan. Ada siang, ada malam. Ada lahir, ada batin. Ada jasmani, ada rohani. Ada fisik, ada nyawa. Kesempurnaan jalan spiritual tercapai manakala jalan syariat juga ditempuh dengan sempurna pula. Pernah sering saya dengar ungkapan yang polanya seperti ini berX tidak berY akan Z berY tidak berX akan Z' berX dan berY akan C. dengan Z dan Z' adalah masuk kategori tidak baik dan C masuk kategori terbaik. Kesempurnaan spiritualitas akan terlindungi oleh pakaian syariat yang sempurna pula. Demikian sekilas info. Http://jalny.blogspot.com

Embrace positive journaling

Image
Ungkapkan syukur Anda tidak hanya dengan lisan tapi tulisan. Syukur atas dua kejadian berharga dalam kurun waktu dua puluh empat jam yang lalu. Secara sistem syukur dalam Islam, ini adalah salah satu komponen syukur yang mencakup syukur dalam hati, lisan, dan perbuatan. Syukur tertulis kurang lebih merupakan syukur dengan lisan, mengungkapkan keberuntungan dari Allah dalam bentuk verbal cerita tulisan. Contoh:  Bangun tidur pagi tadi aku menemukan diriku berat. Indikator ketuaan sudah datang. Sungguh bersyukur aku mendapatkan isyarat rasa capek sebangun dari tidur. Mencegah lebih baik. Isyarat ini amat berguna untuk aku tindak lanjuti. Harus lebih banyak aktivitas fisik, cukup makan sehat dan istirahat. Cukup membaca kitab suci Alquran untuk memelihara memori dan jiwa sehat. http://jalny.blogspot.com ------------------------------ ------------- Untuk mendukung "Gerakan UNY Hijau", disarankan tidak mencetak email ini dan lampirannya. (To support the "Green UNY movem...

Perjalanan ke pantai Sundak

Semua sudah saya pasrahkan kepada Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui. Kalau menengok ke belakang, tidakkah kau pernah mendengar cerita bahwa pernah ada nabi yang tidak diikuti oleh anggota keluarganya? Itu Nabi. Lha kalau kamu siapa? Sehingga sudah selayaknya untuk tahu diri.

Kalau sedih, apa yang kamu sedihkan

Kalau sedih, apa yang kamu sedihkan? Tidaklah selama ini kamu baik-baik saja? Bukankah semua itu hasil akumulasi amal-amal perbuatanmu selama ini? Tidakkah kau ingat pepatah, yang menanam dia yang menuai? Bukankah semua itu merupakan pelajaran yang sangat berharga bagimu untuk kau jadikan bekal dalam menjalani sisa hidupmu? Tidakkah kau ingin untuk bisa lebih berhati-hati dalam menjaga ucapanmu? Tidak terlalu mudah untuk menuliskan komentar di setiap komunikasi individu maupun grup di wa atau media lainnya? Lebih berhitungan lagi dalam melangkahkan jengkal demi jengkal gerakan langkah kakimu? Lebih berhati-hati lagi dalam mengayunkan ayunan tanganmu? Tidakkah kau ingin untuk memenuhi setiap jeda aktivitasmu dengan memohon ampun kepada Allah subhaanahu wa ta'aala? Mendoakan orang tuamu? Orang-orang di sekelilingmu? Bersholawat kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam? Tidakkah kau perhatikan bahwa jantungmu masih berdenyut? Darahmu masih mengalir? Nafasmu masih berhembus...

Potensi difasilitasi untuk menemukan perkembangan optimal

Potensi difasilitasi untuk menemukan perkembangan optimal. Idealnya begitu. Yakni, diarahkan kepada kebaikan dan peribadatan, pengabdian, semuanya hanya kepada Allah subhaanahu wa ta'aala. Semua potensi, tanpa terkecuali, baik fisik dan seluruh perangkatnya, maupun non-fisik dan seluruh komponennya. Semua idealnya harus dioptimalkan secara berkelanjutan. Namun usaha ini bukan kepingin lalu langsung berhasil. Ada lika-liku di dalamnya. Syaithon tidak tinggal diam kalau ada orang yang ingin mengabdikan seluruh potensinya hanya kepada Allah subhaanahu wa ta'aala. Di sinilah pentingnya untuk senantiasa sadar dalam memohon pertolongan kepada Allah dan terus berpihak kepada Allah. Apalagi ketika sedang tidak atau belum berhasil mengembangkan potensi. Tidak boleh murung, tidak boleh stress, tidak boleh terlalu gelisah. Ada rasa tidak nyaman, iya. Ada rasa tidak puas, iya. Ada rasa gelisah, dan kawan-kawannya, iya. Itu sinyal kekalahan dalam melawan godaan Syaithon. Sadari. Lalu ke...

Tetap semangat

Ketika tetap semangat, apapun yang sedang terjadi itu seperti pemandangan ketika kamu melihat ke arah jendela kereta dari dalam tempat dudukmu dan kereta terus berjalan menuju kota tujuan. Bisa tampil aneka pemandangan. Ada pemukiman kumuh, ada sawah kebanjiran, ada pengemis, ada pesepeda, petani, pegawai, ibu sedang memarahi anaknya, suami sedang memarahi istrinya, dan masih banyak lagi. Kamu tetap saja duduk tenang jangan bersedih jangan terlalu senang. Diam. Kalau sudah sampai waktunya, kota tujuan kereta, kamu turun.