Potensi difasilitasi untuk menemukan perkembangan optimal. Idealnya begitu. Yakni, diarahkan kepada kebaikan dan peribadatan, pengabdian, semuanya hanya kepada Allah subhaanahu wa ta'aala. Semua potensi, tanpa terkecuali, baik fisik dan seluruh perangkatnya, maupun non-fisik dan seluruh komponennya. Semua idealnya harus dioptimalkan secara berkelanjutan. Namun usaha ini bukan kepingin lalu langsung berhasil. Ada lika-liku di dalamnya. Syaithon tidak tinggal diam kalau ada orang yang ingin mengabdikan seluruh potensinya hanya kepada Allah subhaanahu wa ta'aala. Di sinilah pentingnya untuk senantiasa sadar dalam memohon pertolongan kepada Allah dan terus berpihak kepada Allah. Apalagi ketika sedang tidak atau belum berhasil mengembangkan potensi. Tidak boleh murung, tidak boleh stress, tidak boleh terlalu gelisah. Ada rasa tidak nyaman, iya. Ada rasa tidak puas, iya. Ada rasa gelisah, dan kawan-kawannya, iya. Itu sinyal kekalahan dalam melawan godaan Syaithon. Sadari. Lalu ke...