Posts

Krisis identitas, benarkah?

Membaca ini dan itu akhirnya membuatmu memutuskan, mana yang akan kamu adopsi. Tapi itu semua jangan sampai menjadikanmu krisis identitas. Bahkan sebaliknya itu menjadikanmu wise dan kamu mengadopsi wisdom yang lebih kaya. Oleng sementara, bingung sejenak, itu tak apa namun kamu harus kembali kepada-Nya, kembalikan semua kebingunganmu kepada-Nya. Kalaupun masih bingung, bisa kau konsultasikan kebingunganmu kepada pembimbing. Dan yang disarankan oleh Beliau tinggal diadopsi. Sesederhana itulah langkah menaklukkan kebingungan. Seperti halnya ketika kamu merenungkan kata-kata hikmah, "life is not meant to be a struggle," dan terkonfirmasi bahwa memang begitu. Orang saja yang sok merasa bahwa semua itu adalah atas usaha orang, sehingga orang mengalami overwhelmed sendiri, lupa kalau di balik itu bekerja non stop campur tangan Sang Khalik. Seperti halnya lagi, ketika menyikapi turunnya kamu dari kursi, sikapi bahwa Allah telah memudahkan urusanmu. Titik. Adopsi interpretasi itu sa...

Kemajuan terminal Terboyo selama tiga puluh tahun terakhir per Januari 2017

Tragis. Banyak kios pada mati. Tingkat kebersihan dan kerapian terminal juga melorot drastis kalau tidak bisa dikatakan stagnan. Tiga puluh tahun kita membangun, kita tidak melihat adanya kemajuan sarana transportasi umum via daratan. Kita tidak tahu apa sebabnya.  Kalau kita berpihak kepada rakyat umum yang mayoritas, tentu selama waktu yang tidak sebentar, tiga puluh tahun, kita harusnya bisa melihat fasilitas umum seperti terminal Terboyo menjadi semakin bersih, nyaman, dan tidak tambah kumuh seperti itu. Setidaknya kalau kita bandingkan dengan terminal Tirtonadi Solo akan terlihat perbedaannya bagaikan bumi dengan langit. Terminal Tirtonadi Solo saat ini sudah tertata rapi, mirip dengan Bandara! Tiga puluh tahun adalah waktu yang tidak pendek, namun Terminal Terboyo sungguh malang nasibmu. Kamu tidak terawat, terbengkalai, kumuh, ... heran, kenapa hal ini bisa terjadi? Sumber : http://jalny.blogspot.com

Kekuatan spiritual yang besar bersembunyi di mana?

Kekuatan spiritual yang besar bersembunyi di mana? Di setiap diri manusia. Hanya saja sikap atau attitude manusia kadang, atau bahkan sering, mencegah kekuatan itu dari ikut campur tangan dalam andil mensukseskan urusan manusia. Saya ingin sukses, kalimat ini sering muncul. Hanya saja ketika attitude yang berlawanan dengan kalimat itu mendominasi manusia, orang itu menjadi sulit sukses. Sebaliknya ada kalangan yang mempunyai attitude seirama dengan kalimat itu. Kalangan inilah yang akhirnya mencapai sukses. Kalangan ini mempunyai attitude mental sukses. Yakin. Percaya. Apapun rintangan yang muncul di hadapan mereka, mereka pantang menyerah. Attitude mereka stabil, yakin kalau mereka bakalan sukses. Kalangan dengan attitude seirama, membuka jalan kekuatan spiritual untuk andil. Kalangan dengan attitude berlawanan, menutup pintu jalan kekuatan spiritual. Kekuatan itu menjadi terbelenggu. Yang lebih parah, ada kalangan yang ignorant. Tidak tahu kalau ada kekuatan spiritual besar. Tidak sa...

Hakikat stres, mungkinkah orang hidup bisa mulus tanpa stres?

Istilah stres, siapa yang tidak mengenal istilah itu. Hampir setiap orang pernah mengalami stress. Ada rasa tidak nyaman ketika orang sedang stress. Apalagi di jaman akhir dewasa ini. Jaman yang penuh dengan pengecoh dari tujuan awal orang diciptakan. Di hari libur pun, orang bisa terkena stres kalau orang tidak waspada. Misalnya kalau orang tidak mempunyai rencana untuk memanfaatkan dan meniatkan hari libur itu dengan aktivitas positif yang bernilai ibadah secara optimal. Kejadian ini terjadi baru saja tadi. Hari Ahad tapi tidak ada agenda dari saya untuk mengoptimalkan kesempatan liburan. Saya hanya bermalas-malasan tanpa ada rencana untuk beraktivitas yang bernilai ibadah secara optimal. Bahkan sekitar jam sebelas siang tadi, saya menggeletak kan diri di atas kursi panjang ruang tamu. Saya tertidur sampai jam dua lebih saat ada seorang tamu mengetuk pintu, tapi ketika saya bangun dan ambil kunci lalu membukakan pintu, si tamu hilang tidak ada lagi di depan pintu. Saya terbangun dala...

Belum bayar utang untuk bulan ini

Belum bayar utang cicilan rumah untuk bulan ini, harus tetap semangat. Saya berada di ujung tanduk. Isteri sudah didoktrin kalau sekolah ya hanya ada di situ. Di tempat lain, menurut pandangannya, berisiko masuk neraka. Kalau di situ, dijamin masuk surga, itu pandangan berlebihan mereka. Kecenderungan kelompok minoritas memang seperti itu. Mereka ingin menjadi seperti Tuhan. Kurang makan, kurang bisa memeriksakan kesehatan dia anggap tidak masalah, asalkan anak-anak sekolahnya di situ meski tindakan itu sangat mengganggu kestabilan ekonomi internal. Inipun sebenarnya ungkapan simplifikasi saya. Tidak sesederhana itu sebenarnya.  Tapi kenyataannya, komunitas yang sekolah di sana adalah kalangan homogen, seragam. Seorang anak yatim, meskipun sampai ngiler ingin melanjutkan sekolah SMP di sana, akhirnya tidak kesampaian juga. Kalau ini ketahuan oleh Rasulullah, apakah Beliau tidak akan bersedih? Yang itu menjadikan saya tidak nyaman berlama-lama di sana.  Saya masih mempunyai dugaan kuat ...

Merasa bahwa semua ini adalah atas usaha saya

<h1>Allah itu lebih dekat daripada urat lehermu</h1> Merasa bahwa semua ini adalah atas usaha saya akan berakibat menjauhkan dirimu dari Allah SWT. Jauh di sini juga perasaan ya? Karena hakikatnya Allah itu lebih dekat dari urat lehermu. Daki-daki dunia menjadikanmu merasa bahwa Allah menjadi semakin, menurut perasaan dan persangkaanmu, menjadi semakin jauh darimu. Kalau sudah terjadi rasa seperti ini, lengkap sudah beban deritamu. Kecamuk menghantui pikiran dan perasaanmu bahwa beban hidup semakin lama semakin terasa berat. Dan semua itu kamu hubungkan penyebabnya adalah kamu sendiri. Tidak ada unsur campur intervensi Tuhan. Kamu seorang diri. Dan betapa sombong dan angkuhnya kamu. Tanggung jawab seringan apapun akan terasa amat berat. Sebaliknya kalau rasa nearness to God sudah kembali ke mendekati fitrah, yakni bahwa fitrah atau default mu adalah dekat dengan Tuhan, apapun rupa-rupa pengalaman hidup yang telah, sedang, dan akan kamu alami, semua itu kamu buat sebagai ses...

Menunggu ujian pam

Yang selesai duluan 7.35 mulai ujian 7.44 Herwin datang 7.47 Rinaldi datang  7.56 Anjas datang 8.10 Isnainul selesai 8.18 Permadi, Herwin selesai 8.24 Dimas selesai  8.29 Agung Subastian 8.33 Bintang, Fatih, Dian 8.36 Anjas 8.42 Rinaldi 8.44 Verdian 8.45 Brian, Agung Dwianto 8.54 Latif